Sunday, 9 January 2011

Kekuatan Motivasi dan Aktualisasi Diri


Dr.  Marsigit sering menyajikan materi perkuliahan dalam bentuk video. Tugas mahasiswa adalah mengamati gejala-gejala psikologi dalam video-video yang Beliau sajikan kemudian menuliskan dalam sebuah paper refleksi perkuliahan. Pada 25 Oktober 2010, Beliau menampilkan beberapa video tentang teori-teori yang berkaitan dengan gejala psikologi manusia. Apa yang saya dapatkan dari video-video yang Beliau tampilkan dapat Anda nikmati dalam bentuk kumpulan paragraf yang dapat Anda baca selanjutnya.

                Self actualization berasal dari kata self yang berarti diri dan actualization yang berarti nyata-riil. Sehingga, frasa self actualization dapat diartikan sebagai berbagai aktifitas yang bertujuan untuk mewujudkan sebuah ide/cita-cita menjadi nyata. Tentu, setiap individu memiliki keinginan yang dia ingin wujudkan dalam hidupnya.  Setiap individu seharusnya mampu mewujudlkan cita-cita atau mencapai keinginannya karena setiap individu berpotensial, memiliki potensi, untuk mewujudkan keinginan. Potensi adalah sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia. Jika Anda ingin melihat apa itu potensi, Anda dapat melihat sebuah tanah lapang kosong dapat dibangun sebuah hotel mewah yang mahal dan indah di atas tanah lapang tersebut. Jika Anda belum puas dengan contoh tersebut, bebek buruk rupa, anak angsa, dapat tumbuh menjadi seekor angsa yang anggun atau seekor ulat kecil buruk rupa yang mengerikan dan sering kita hujat itu dapat tumbuh menjadi seekor kupu-kupu indah yang dapat terbang menghias langit biru. Itulah yang disebut sebagai potensi. Anda pun memiliki potensi yang besar. Self actualization seseorang dapat meningkat ketika seseorang mendengarkan musik, berdansa, meditasi, cinta, latihan, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan Abraham Maslow, self actualization berada pada puncak segitiga bahwa Maslow menganggap bahwa self actualization adalah hal terpenting dalam tingkatan keinginan/kebutuhan. Maslow pernah berkata,” What a man can be, he must be.”
Saat seseorang telah berhasil memenuhi self actualization maka seseorang dapat merasakan kebahagiaan seperti saat Anda merasakan kemenangan dalam sebuah lomba besar, layaknya Einstein yang telah berhasil mengungkap the secret of gravity.

 
Abraham Maslow, dengan piramida hirarkinya, merupakan seseorang tokoh yang termasuk dalam Intentive theory. Pada dasar piramida hirarki maslow terdapat psychological needs. Psychological needs adalah hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan pokok kebutuhan untuk makan, minum, tempat tinggal, dan pakaian. Bernafas termasuk dalam tingkat psychological needs; termasuk tidur, ereksi, juga tekanan homeostatis. 

Pada lantai dua piramida Maslow terdapat security needs, ini adalah kebutuhan keamanan bersosial dalam sebuah keluarga atau lingkungan sosial, proteksi keamanan terhadap kekerasan dan kelaparan masyarakat. Contoh nyata dari hirarki lantai dua ini adalah keamanan finansial yang rata-rata diinginkan oleh para pegawai dalam bentuk slip gaji, auransi kesehatan, dan dana pensiun. Contoh lain adalah terjaganya moralitas dalam masyarakat.

Pada lantai ketiga, terdapat social needs atau ada pula yang menyebut sebagai love and belonging needs. Kebutuhan ini menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain. Manusia membutuhkan cinta dan keberadaan orang lain untuk melakukan berbagai hal sosial. Keberadaan keluarga dan persahabatan adalah salah satu contoh dalam social needs, dengan keberadaan mereka hidup menjadi terasa hidup.

Pada lantai ke empat terdapat esteem needs. Esteem needs merupakan kebutuhan seseorang untuk diakui oleh orang lain, diakui keberadaanya oleh dunia. Dalam hal ini manusia bersifat unik, maksudnya adalah tidak ada seorang individu yang menyamai sama persis dengan individu lainnya, dengan perbedaan tersebut, seorang individu ingin diakui kiberadaannya. Contoh dari esteem needs adalah  pengakuan (motiv eksternal), perhatian (motiv eksternal), status sosial (motiv eksternal), pencapaian (motiv internal), menghormati (motiva internal). Pada puncak piramida Maslow terdapat self-actualization yang telah dibahas dalam paragraf-paragraf sebelumnya.

Selain Abraham Maslow dengan Intetive Theory, masih ada banyak teori-teori  lain yang sebidang dengan Maslow, seperti Drive-reduction Theory yang mengatakan bahwa seseorang dapat termotivasi karena kebutuhan biologisnya. Dalam teori ini manusia harus mengurangi jumlah keinginannya dengan cara memenuhi keinginan. Sebagai contoh adalah seseorang yang haus akan termotivasi untuk minum, dan minum adalah bentuk dari pengurangan jumlah keinginan.

No comments: